Sabtu, 24 Oktober 2026 Indeks RSS Login Redaksi
Indeks Berita
TERKINI:
Wagub Aceh Dek Fadh Dampingi Kapolri RI di Pidie, Apresiasi Pengungkapan Lab Sabu Ilegal dan Bantuan Huntap Aceh Hijau Bersama YDSF Lanjutkan Pendampingan Psikososial Santri Dayah As Syafiiyah Aktivis 98 Zukhri Adan: Dugaan Pabrik Sabu di Pidie Harus Diusut Tuntas Tanpa Drama! Wagub Dek Fadh Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Dorong Perluasan Akses Keuangan di Aceh Mukarramah Fadhlullah Salurkan Bantuan Ikan untuk Santri di Kabupaten Pidie Geger Pidie! Ruko Diduga Jadi Pabrik Sabu, Polisi Bersenjata Lengkap Berjaga Pj Sekda dan Seluruh Kepala SKPA Ikuti Bimtek Keluarga Berintegritas KPK Mukarramah Fadhlullah Kunjungi Sentra Pengolahan Kolang-Kaling di Tangse Dek Fadh Bersama Wakil Ketua KPK Serahkan Penghargaan Desa Antikorupsi kepada 15 Gampong di Aceh Dek Fadh Minta Kerja Sama Pemkab agar Pembangunan Huntap Tuntas pada 2027
Umum

Aceh Hijau Bersama YDSF Lanjutkan Pendampingan Psikososial Santri Dayah As Syafiiyah

Aceh Hijau Bersama YDSF Lanjutkan Pendampingan Psikososial Santri Dayah As Syafiiyah

FOKUSSOROT.COM | BIREUEN — Yayasan Aceh Hijau melaksanakan kegiatan pendampingan psikososial bagi santri Dayah Asy-Syafi'iyah, Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, dengan dukungan pendanaan dari Yayasan Dana Sosial al Falah (YDSF). Kegiatan ini dirancang untuk memberikan ruang bagi santri dalam mengenali diri, membangun interaksi positif, serta meningkatkan pengetahuan dalam menghadapi situasi bencana.

Kegiatan yang dimulai pada awal Oktober 2026 ini direncanakan berlangsung dalam 10 sesi hingga pertengahan November 2026. Pelaksanaannya dilakukan dengan pendampingan fasilitator yang sebelumnya telah mengikuti pelatihan dari Yayasan Aceh Hijau dan dibekali modul psikososial santri sebagai panduan dalam menjalankan setiap sesi.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, sebanyak 61 santri mengikuti berbagai aktivitas psikososial yang mendorong ekspresi diri, bercerita, interaksi kelompok, serta pengenalan terhadap diri sendiri dan lingkungan sekitar. Kegiatan ini didampingi oleh lima orang dewan guru yang juga berperan sebagai fasilitator, setelah sebelumnya mendapatkan pembekalan dari Yayasan Aceh Hijau. Berbagai aktivitas tersebut menjadi ruang bagi santri untuk mengekspresikan pengalaman dan perasaan mereka, membangun hubungan positif dengan sesama, serta mengembangkan pemahaman mengenai cara merespons situasi yang menantang. 

Selain mendukung proses pemulihan pascabencana, kegiatan ini juga memberikan pengetahuan dasar kepada santri mengenai kesiapsiagaan menghadapi bencana. Melalui materi dan aktivitas yang diberikan, santri diharapkan semakin mengenali potensi risiko di lingkungan sekitar, memahami pentingnya menjaga keselamatan diri, serta memiliki bekal pengetahuan untuk menghadapi situasi darurat.

Salah seorang fasilitator yang terlibat dalam kegiatan ini merasakan manfaat dari pelaksanaan pendampingan psikososial bagi para santri. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya mewadahi  santri untuk berekspresi, tetapi juga membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Menurut saya, kegiatan psikososial ini sangat bermanfaat bagi para santri. Mereka tidak hanya mendapatkan ruang untuk bercerita dan mengekspresikan diri, tetapi juga memperoleh ilmu dan pengetahuan untuk lebih siap menghadapi bencana. Selain itu, materi yang diberikan membantu santri mengenal diri sendiri dan lingkungan sekitar mereka. Harapannya, pengetahuan ini dapat menjadi bekal bagi santri untuk lebih memahami diri, peduli terhadap lingkungan, dan mengetahui apa yang perlu dilakukan ketika menghadapi situasi darurat,” ujar Srie.

Pelaksanaan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Yayasan Aceh Hijau dalam mendukung pemulihan pasca bencana yang tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan psikososial anak. Dukungan tersebut penting agar santri memiliki ruang yang aman dan suportif untuk belajar, berinteraksi, serta mengembangkan kemampuan dalam menghadapi berbagai situasi.

Yayasan Aceh Hijau mengapresiasi dukungan pendanaan dari Yayasan Dana Sosial al Falah (YDSF) yang memungkinkan kegiatan pendampingan ini terlaksana. Kolaborasi berbagai pihak diharapkan dapat memperkuat dukungan bagi santri dan lingkungan pendidikan dayah dalam proses pemulihan pascabencana.

Melalui kegiatan yang berlangsung hingga pertengahan November 2026 ini, Yayasan Aceh Hijau berharap pendampingan psikososial ini dapat memberikan manfaat bagi santri, baik dalam mendukung pemulihan sosial dan emosional maupun dalam meningkatkan pengetahuan mengenai kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Iklan

Berita Terkait

Baca Juga