Aktivis 98 Zukhri Adan: Dugaan Pabrik Sabu di Pidie Harus Diusut Tuntas Tanpa Drama!
FOKUSSOROT.COM | PIDIE - Penggerebekan lokasi yang diduga menjadi tempat pembuatan sabu di Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, tidak boleh berakhir sebatas penangkapan. Pengungkapan kasus tersebut harus menjadi pintu masuk untuk menelusuri jaringan narkoba secara menyeluruh dan menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkotika.
Aktivis Reformasi 1998 sekaligus tokoh masyarakat Pidie, Zukhri Mauluddinsyah Adan yang akrab dikenal dengan sebutan Ayah Mutiara, menegaskan bahwa penanganan kasus narkoba membutuhkan keseriusan semua pihak. Menurutnya, pemberantasan narkoba harus dilakukan secara masif, terstruktur, dan terukur.
“Bangsa ini akan rusak jika generasi sudah menjadi generasi mabuk dan sontoloyo,” tegas Zukhri dalam pernyataannya.
Lebih lanjut Ayah Mutiara menilai, peredaran narkoba dalam skala besar harus menjadi perhatian khusus masyarakat. Ancaman tersebut tidak hanya menyangkut persoalan kriminalitas, tetapi juga masa depan generasi bangsa dan kualitas sumber daya manusia Aceh.
Jangan Berhenti pada Penggerebekan, Zukhri berharap aparat penegak hukum mengusut kasus dugaan pabrik sabu di Mutiara Timur secara profesional, transparan, dan berkeadilan. Menurutnya, apabila penyidikan menemukan bukti adanya jaringan yang lebih luas, aparat harus menelusuri seluruh pihak yang terlibat sesuai ketentuan hukum.
Sebagai aktivis 1998 yang berkomitmen terhadap pembinaan dan pengkaderan generasi muda yang rasional serta religius, ia mengajak masyarakat ikut mengawal proses hukum agar berjalan dengan baik.
“Jaringan pengedar narkoba jangan pernah mendapat tempat di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.
Zukhri juga menyatakan keyakinannya bahwa Kapolri serius menangani kasus tersebut. Ia berharap proses penyidikan mampu mengungkap fakta secara terang-benderang, tanpa rekayasa maupun drama yang dapat mengaburkan persoalan.
Generasi Muda Pidie jangan Menjadi Korban
Lebih jauh, Zukhri mengingatkan bahwa pemberantasan narkoba membutuhkan kerja bersama antara aparat, pemerintah, tokoh masyarakat, dan keluarga.
Pencegahan harus diperkuat agar generasi muda tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika maupun menjadi korban jaringan peredaran gelap. Ia menegaskan, masyarakat tidak boleh membiarkan kepentingan kelompok kriminal merusak masa depan generasi muda Pidie.
Menutup pernyataannya, Zukhri menyampaikan pesan yang menggambarkan kekhawatirannya terhadap ancaman narkoba di daerah tersebut.
“Kawasan Sagu selama ini jangan berubah menjadi Kawasan Sabu.” Pernyataan itu menjadi seruan agar pengusutan kasus dugaan pabrik sabu di Mutiara Timur dilakukan sampai tuntas berdasarkan bukti dan prosedur hukum yang berlaku.
Publik kini menantikan kejelasan hasil penyidikan. Penanganan yang profesional dan transparan diharapkan tidak hanya mengungkap fakta perkara, tetapi juga memperkuat perlindungan terhadap masyarakat dan generasi muda Aceh.
Berita Terkait
Baca Juga