Muaythai Aceh Menggila di Malaysia, Borong 4 Emas dan 2 Perak di Kejuaraan Internasional
FOKUSSOROT.COM | BANDA ACEH — Atlet Muaythai Aceh menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Tampil dalam ajang 1st Muar Muaythai Championship di Taman Riadah, Johor, Malaysia, pada 24–25 Oktober 2026, kontingen Aceh berhasil membawa pulang empat medali emas dan dua medali perak.
Capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi perkembangan pembinaan olahraga Muaythai di Aceh sekaligus menunjukkan kemampuan atlet daerah bersaing di tingkat internasional.
Pengurus Provinsi (Pengprov) Muaythai Aceh mengirimkan tujuh atlet untuk mengikuti kejuaraan tersebut. Mereka tidak hanya memburu medali, tetapi juga memanfaatkan pertandingan sebagai ajang mengukur kemampuan dan menambah pengalaman menghadapi kompetisi dengan tingkat persaingan yang lebih tinggi.
Empat medali emas diraih Ade Masyita pada kelas 51 kilogram putri, Fika Meliyandani pada kelas 54 kilogram putri, M. Zakie Al Hafid pada kelas 65 kilogram putra, serta Ridwansyah pada kelas 51 kilogram putra.
Sementara itu, dua medali perak disumbangkan Ahmadi Rezad pada kelas 70 kilogram putra dan M. Akbar Patra pada kelas 60 kilogram putra.
Heri Julius Apresiasi Perjuangan Atlet
Ketua Pengprov Muaythai Aceh, Heri Julius, menyampaikan apresiasi kepada para atlet dan pelatih atas hasil yang diraih di Malaysia.
Menurutnya, prestasi tersebut merupakan buah dari kerja keras, disiplin, dan persiapan yang dilakukan sebelum mengikuti kejuaraan.
“Alhamdulillah, hasil yang diraih atlet-atlet Muaythai Aceh di Malaysia sangat membanggakan. Saya mengapresiasi kerja keras para atlet dan pelatih yang telah berjuang membawa nama baik Aceh di level internasional,” ujar Heri Julius, sebagaimana dikutip Mitra86Sergap pada Selasa (27/10/2026).
Anggota DPR Aceh itu berharap pencapaian tersebut menjadi motivasi bagi atlet untuk terus meningkatkan kualitas dan menjaga konsistensi prestasi dalam menghadapi berbagai kejuaraan mendatang.
Heri Julius juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua KONI Aceh atas dukungan terhadap pembinaan Muaythai di daerah.
Menurutnya, sinergi antara Pengprov Muaythai Aceh dan KONI Aceh menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pembinaan atlet agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Modal Menghadapi Kompetisi Berikutnya
Dalam kejuaraan tersebut, para atlet didampingi dua pelatih, yakni Coach Putra dan Coach Aan. Keduanya berperan dalam mempersiapkan strategi serta mental bertanding para atlet selama mengikuti kompetisi.
Berdasarkan informasi yang disampaikan Pengprov Muaythai Aceh, rombongan atlet dan pelatih dijadwalkan kembali ke Tanah Air pada Selasa sore melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar.
Hasil di Malaysia ini diharapkan menjadi modal penting bagi Muaythai Aceh untuk menghadapi agenda kompetisi berikutnya, termasuk kejuaraan nasional dan ajang olahraga multi-cabang.
Namun, prestasi tidak cukup berhenti pada perolehan medali. Keberlanjutan pembinaan, peningkatan kualitas pelatih, serta dukungan sarana dan pendanaan juga diperlukan agar atlet Aceh dapat mempertahankan performa dan meningkatkan daya saing.
Empat emas dan dua perak dari Malaysia menjadi kebanggaan bagi masyarakat Aceh. Tantangan berikutnya adalah menjaga momentum tersebut agar prestasi Muaythai Aceh terus berkembang dan melahirkan atlet-atlet berkelas internasional.
Baca Juga