Kamis, 05 November 2026 Indeks RSS Login Redaksi
Indeks Berita
TERKINI:
Mualem–Dek Fadh Ingatkan Pentingnya Menjaga Perdamaian di Tengah Insiden Pidie Kak Na Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Banjir Trumon Kak Na Tekankan Pentingnya PAUD Holistik Integratif bagi Tumbuh Kembang Anak Jumpa Presiden Prabowo, Mualem Bahas Keberlanjutan Dana Otsus dan Sejumlah Isu Strategis Aceh Wagub Dek Fadh Perkuat Koordinasi Percepatan Penanganan Pasca Bencana Skandal Penyadapan Guncang Istana, Listyo Sigit Dicopot Prabowo dari KSP Kak Na Tekankan Pentingnya Koordinasi Berjenjang untuk Sukseskan Program PKK Kak Na: 1 Tahun PAUD untuk Sukseskan Wajib Belajar 13 Tahun Pilkada Kembali ke DPRD, Solusi Atasi Politik Uang atau Sekadar Bagi-Bagi Kekuasaan? BEI Keluarkan 81 Saham dari Perhitungan IHSG, BREN hingga BYAN Terdampak
Daerah

Mualem–Dek Fadh Ingatkan Pentingnya Menjaga Perdamaian di Tengah Insiden Pidie

Mualem–Dek Fadh Ingatkan Pentingnya Menjaga Perdamaian di Tengah Insiden Pidie

FOKUSSOROT.COM | BANDA ACEH — Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), dan Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah (Dek Fadh) menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden tragis yang terjadi pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie. 


Peristiwa yang dipicu oleh pengibaran Bendera Bintang Bulan tersebut berujung pada jatuhnya korban jiwa. Seorang warga setempat dilaporkan meninggal dunia pada Rabu (4/11/2026) sore setelah terkena tembakan dalam ketegangan yang terjadi di lokasi.


Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, mengatakan Gubernur Mualem dan Wagub Dek Fadh menginginkan persoalan ini ditangani dengan baik. “Tentu penanganan secara hukum. Ada korban jiwa dari masyarakat sipil, ada korban yang terluka juga dari masyarakat sipil,” kata Nurlis di Banda Aceh, Kamis (5/11/2026). 


“Prinsip utamanya adalah tetap dalam koridor perdamaian, dan penegakan hukum yang seadil-adilnya. Jangan sampai melukai hati rakyat.”


Nurlis menjelaskan, Gubernur Mualem sudah mengetahui hal ini. “Beliau menyampaikan keprihatinan dan duka yang mendalam,” kata Nurlis. Begitu juga dengan Wagub Dek Fadh, yang mendapat kabar saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra di Banda Aceh.


"Saya sangat sedih dan prihatin saat mendengar kejadian ini. Atas nama keluarga dan Pemerintah Aceh, saya menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban yang meninggal dunia dalam peristiwa di Pidie," kata Dek Fadh dalam keterangan di Banda Aceh, Kamis (5/11/2026). 


"Kita tentu sangat berduka. Tidak ada keluarga yang ingin kehilangan orang yang dicintainya, terlebih dalam suasana yang seharusnya dipenuhi kebersamaan dan nilai-nilai keagamaan," lanjut Dek Fadh.


Karena itu, Dek Fadh mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri dan tidak menggunakan cara-cara kekerasan dalam menghadapi masyarakat. Ia menekankan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi perhatian bersama.


"Yang paling utama adalah keselamatan rakyat. Kita tidak ingin ada lagi masyarakat yang terluka, apalagi kehilangan nyawa. Saya berharap seluruh pihak dapat menahan diri, mengedepankan dialog, dan tidak membiarkan persoalan ini berkembang menjadi konflik yang lebih besar," ucap dia.


Ia kembali menegaskan bahwa pentingnya menyelesaikan polemik terkait bendera ini secara bermartabat dan kepala dingin, tanpa harus mengorbankan nyawa warga sipil.


"Persoalan apa pun hendaknya diselesaikan dengan kepala dingin. Kita harus menjaga Aceh agar tetap damai. Jangan sampai perbedaan pandangan justru mengorbankan nyawa dan merusak persaudaraan di antara sesama masyarakat Aceh," kata Dek Fadh.

Iklan

Berita Terkait

Baca Juga